Berpose dengan Mas Sapuan Owner dari Batik Sapuan Indonesia dengan salam khas “Salam Canting”. Mengangkat tangan kanan dengan menempelkan jari telunjuk dengan jempol jari sehingga membentuk lingkaran penuh di iringi dengan tiga jari yang lainya.
1 Year Ago
Berpose dengan Mas Sapuan Owner dari Batik Sapuan Indonesia dengan salam khas “Salam Canting”. Mengangkat tangan kanan dengan menempelkan jari telunjuk dengan jempol jari sehingga membentuk lingkaran penuh di iringi dengan tiga jari yang lainya.
15 Tahun sejak Batik di akui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia, oleh karenanya Bapak Presiden Susilo Yudoyono menetapkan tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional melalui Kepres RI Nomor 33 tahun 2009. Tentang Hari Batik Nasional.
Di kutip dari Proseding SNIKB 2021, e-ISSN: 2715-7814. UNESCO memberi pengakuan pada batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya tak benda milik dunia pada bidang Masterpieces of the Oral and Intagible Heritage of Humanity. Dan itu diperingati sebagai hari Batik Nasional yang selalu diperingati oleh para pelaku industry, pencinta dan pemerhati batik, penetapan hari batik nasional merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya dan produk Batik Indonesia.
Tim Kami Bersilaturahmi mengunjungi Joglo Kediaman Mas Sapuan Owner Batik Sapuan Indonesia, berdiskusi Panjang lebar terkait dengan perkembangan Batik Tulis di Indonesia Umunya, dan khususnya di Pekalongan,
Mas Sapuan galau karena mulai di tinggal satu demi satu oleh para pembatik (goblin), yang merupakan tenaga pendukung dalam pembuatan kerajinan batik tulisnya yang memang selama ini hasilnya sampai ada Kolektor yang menghargai dengan harga fantastis Rp: 300.000.000, (Tiga Ratus Juta rupiah), yaitu motif batik “Dewa Ruci”, Namanya. Batik tersebut melalui proses yang Panjang satu lembar batiknya membutuhkan waktu 2 tahun lebih untuk menyelesaikannya. Dan kenapa bisa membutuhkan waktu sepanjang itu karena butuh penggerjaan yang extra trampil, halus, tingkat ketelitian yang tinggi dan ada pesan moral yang terkandung di dalam karya batiknya tersebut.